Ekonomi

Setelah mengalami perlambatan pertumbuhan selama 4 tahun, reformasi kebijakan untuk meningkatkan iklim investasi diperkirakan dapat mendorong pemulihan ekonomi tahun ini dan tahun depan. Reformasi subsidi bahan bakar telah membebaskan dana publik dalam jumlah signifikan untuk infrastruktur sosial dan fisik. Inflasi diperkirakan akan menurun ke tingkat yang lebih moderat selama periode prakiraan, dan defisit transaksi berjalan akan berkurang. Tantangan ke depan adalah untuk mempertahankan momentum reformasi, meningkatkan pendapatan pemerintah, dan membangun sektor manufaktur yang berorientasi ekspor.

Indikator Ekonomi Pilihan (%) - Indonesia 2015 2016
Pertumbuhan PDB 5.5 6.0
Inflasi 5.5 4.0
Neraca Transaksi Berjalan (terhadap PDB) -2.8 -2.4

Sumber: Prakiraan ADB.

Kinerja Ekonomi

Transisi pemerintahan pada Oktober 2014 berjalan lancar, dan reformasi kebijakan mampu membangun momentum. Meski demikian, berbagai langkah selama 2 tahun terakhir untuk menahan permintaan domestik dan mengendalikan defisit transaksi berjalan, seiring melemahnya ekspor, telah menekan pertumbuhan. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) melambat menjadi 5,0% pada 2014, dan merupakan perlambatan selama empat tahun terakhir. Pada 2014, pengeluaran rumah tangga masih kuat, tetapi terjadi penurunan nilai belanja pemerintah dan investasi pada barang tetap, serta penurunan ekspor bersih.

Prospek Ekonomi

Proyeksi untuk 2015 dan 2016 mengasumsikan bahwa momentum reformasi pemerintah baru dapat bertahan, dan pemerintah menindaklanjuti momentum tersebut dengan kebijakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, memperbaiki iklim investasi, menurunkan biaya logistik, dan mendorong penyerapan anggaran. Atas dasar tersebut, pertumbuhan PDB diperkirakan akan membaik menjadi 5,5% di tahun ini, dan 6,0% di 2016.

Excerpted from the Asian Development Outlook 2015.