Kerjasama Regional

BIMP-EAGA: Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-The Philippines East ASEAN Growth Area (Wilayah Pertumbuhan ASEAN-Timur, Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Filipina)

Prakarsa Wilayah Pertumbuhan ASEAN-Timur, Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Filipina (BIMP-EAGA) diluncurkan pada tahun 1994 sebagai suatu inisiatif kerjasama empat negara, yang bertujuan untuk menutup kesenjangan pembangunan antara negara anggota ASEAN-Timur dan negara anggota ASEAN-6.

Kerjasama BIMP-EAGA bertujuan untuk meningkatkan perdagangan, pariwisata, dan investasi di dalam dan di luar subwilayah dengan cara:

  • Memfasilitasi pergerakan orang, barang, dan jasa secara bebas
  • Menggunakan sebaik mungkin infrastruktur dan sumber daya alambersama
  • Mengambil manfaat sepenuhnya dari s ekonomi yang saling melengkapi

Inisiatif BIMP-EAGA didorong oleh kebutuhan pasar, dan beroperasi melalui organisasi dengan struktur yang terdesentralisasi melibatkan pemerintah dan pihak swasta dari keempat negara.

Tujuan kerjasama ini adalah mempercepat pembangunan ekonomi di wilayah yang menjadi fokus. Meskipun jauh dari ibu kota negara, tetapi wilayah tersebut memilki kedekatan strategis satu sama lain, serta berada di dalam salah satu wilayah di dunia yang paling kaya dengan sumber daya alam,yaitu di jantung Kalimantan (HoB, Heart of Borneo) dan Sulu-Sulawesi Marine Ecoregion (SSME).

Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-Growth Triangle)

Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT) adalah suatu  segitigapertumbuhan tiga negara  yang klasik yang terbentuk oleh kekuatan ekonomi yang saling melengkapi, kedekatan geografis, kedekatan historis, serta ikatan budaya dan bahasa.  Kerjasama sugregional IMT-GT diprakarsai oleh pemerintah negara Indonesia, Malaysia dan Thailanduntuk mempercepat pembangunan ekonomi di berbagai provinsi yang kurang maju.  Kerjasama ini dimulai pada 1993, dan sejak saat itu berkembang hingga mencakup 32 provinsi dan negarabagian, dengan populasi lebih dari 70 juta penduduk.

ADB adalah Mitra Pembangunan bagi IMT-GT sejak 2007. IMT-GT berbeda dari prakarsa kerjasama regional lainnya yang didukung oleh ADB, karena:

  • Merupakan suatu kelompok entitasdi tingkat sub-nasional;
  • Kerjasama ini dipimpin oleh sektor swasta; dan
  • Hanya 1 dari 3 perbatasan negara yang merupakan daratan, yang lainnya adalah perbatasan laut.