Strategi

Dengan dipandu oleh komitmen pemerintah terhadap pembangunan yang “pro-rakyat miskin, pro-lapangan kerja, pro-pertumbuhan, dan pro-lingkungan”, strategi kemitraan ADB 2012–2014 untuk Indonesia bertujuan untuk mendukung pengentasan kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, berkelanjutan, dan inklusif.

Strategi kemitraan ADB untuk Indonesia, 2012-2014, disusun dengan berkonsultasi dengan pemerintah Indonesia, lembaga-lembaga mitra pembangunan yang lain, masyarakat madani, dan sektor swasta. Strategi ini diselaraskan dengan rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang pemerintah.

ADB akan memfokuskan bantuan berupa pinjaman dan non-pinjaman untuk Indonesia dalam enam sektor :

  • energi,
  • transportasi,
  • manajemen sumber daya alam
  • keuangan,
  • pasokan air dan pelayanan perkotaan lainnya, dan
  • pendidikan

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, ADB akan mendukung investasi terkait dengan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas ke pasar dan memperbaiki akses terhadap layanan penting, seperti energi, air dan sanitasi. ADB juga bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap layanan keuangan dan memperkuat pelatihan keterampilan. ADB akan mendukung investasi yang mendukung lingkungan hidup yang berkelanjutan dengan memperbaiki daerah aliran sungai dan pengelolaan air serta mendorong penggunaan sumber daya hutan secara berkelanjutan.

Sebagai negara besar berpendapatan menengah, prioritas pembangunan Indonesia dan preferensi pinjaman Indonesia berubah. Oleh karenanya ADB bersikap fleksibel dan responsif terhadap perubahan kebutuhan akan pinjaman dan nasihat pembangunan. ADB juga akan lebih menekankan pada solusi pengetahuan dan berbagi praktik terbaik di tingkat global dan regional. ADB juga akan mendukung prakarsa yang mendorong kerjasama regional. ADB berharap akan bisa meningkatkan operasinya di sektor swasta dan tanpa penjaminan pemerintah untuk membantu mendorong investasi sektor swasta dan kemitraan pemerintah-swasta (public-private partnerships).