ADB BANTU PELESTARIAN HUTAN YANG TERANCAM DI KALIMANTAN

View infographic in higher resolution.

MANILA, FILIPINA – Asian Development Bank (ADB) menyediakan dukungan finansial sebesar hampir 4,5 juta dolar untuk membantu upaya konservasi kawasan hutan penting Indonesia di Kalimantan yang berada dalam kondisi terancam.

“Pusat Kalimantan (the Hearth of Borneo) yang mencakup kawasan seluas 22 juta hektar adalah rumah bagi beragam hutan katulistiwa yang berfungsi sebagai ‘paru-paru dunia,’ namun kondisinya saat ini terancam oleh pembalakan liar dan aktivitas merusak lainnya seperti perburuan,” ujar Pavit Ramachandran, spesialis lingkungan di Departemen Asia Tenggara ADB.

Sekitar 12 juta penduduk asli bergantung pada kelestarian pusat Kalimantan. Diperkirakan 1 juta meter kubik kayu diselundupkan dari pulau ini per tahunnya, hingga menyisakan kehancuran hutan, mengancam keanekaragaman hayati, merenggut kesempatan penghidupan, dan menjadikan tingginya biaya rehabilitasi hutan. Peraturan hukum yang saling bertentangan serta tidak jelasnya pembagian tanggung jawab dalam pengelolaan sumberdaya membuat kawasan ini makin rentan terhadap kerusakan.

Kegiatan yang didanai ADB ini akan mendukung penguatan peraturan dan institusi dalam pengelolaan kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati. Program ini pun turut serta meningkatkan kapasitas pemerintah dalam mengembangkan peluang penghidupan yang lestari di kawasan ini, misalnya dengan memberi insentif bagi komunitas lokal untuk melakukan aktivitas berbasis ekosistem.

Target kinerja kegiatan ini mencakup penurunan tingkat degradasi hutan sebanyak 2% pada 2016 (dibandingkan tahun 2013); penurunan tingkat perburuan satwa liar sebesar 5%; terwujudnya satu rancangan kebijakan nasional dan agenda reformasi bagi pengelolaan sumberdaya hutan. Kegiatan ini juga termasuk penelitian mendalam tentang rantai pasokan tambang, kelapa sawit, karet dan turisme, yang perkembangannya telah mendesak sumberdaya hutan.

Selain itu, dukungan teknis bagi Pemerintah Indonesia meliputi hibah dari Dana Perubahan Iklim, serta Dana Kerjasama dan Integrasi Regional ADB. Dukungan lebih dari $2,5 juta juga disalurkan melalui Fasilitas Lingkungan Global yang akan dikelola oleh ADB. Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia ini diharapkan akan berlangsung dari September 2013 sampai Agustus 2016.