Dana ADB Bantu Pertumbuhan Bali

Pinjaman perdana dari ASEAN Infrastructure Fund akan menghubungkan daerah pedesaan di Bali dengan jaringan listrik dan mendukung pertumbuhan industri pariwisata.

MANILA, FILIPINA (6 Desember 2013) – Bank Pembangunan Asia (The Asian Development Bank/ADB) akan membantu mengurangi pemadaman dan memperbaiki akses listrik di Pulau Bali melalui pinjaman dana sebesar US$224 juta. Dukungan ini diharapkan dapat memberi akses listrik bagi masyarakat di pedesaan dan membantu ketersediaan listrik bagi industri turisme di pulau tersebut.

“Adanya sistem listrik yang memadai akan mendorong pertumbuhan industri dan sektor komersial dengan lebih cepat, khususnya sektor turisme, dan hal ini pada gilirannya akan membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi kelompok berpenghasilan rendah,” ujar Aruna Wanniachchi, Spesialis Energi Senior pada Departemen Asia Tenggara ADB.

Rasio elektrifikasi di Bali saat ini adalah 69%, yang didominasi oleh sektor komersial sebanyak 46% dari total konsumsi listrik di pulau ini. Untuk menyediakan energi tersebut, Perusahaan Listrik Negara (PLN) bergantung terutama pada pembangkit tenaga diesel yang mahal.

Proyek perbaikan akses listrik Bali ini akan membantu pengiriman listrik dari Jawa ke Bali menggunakan 220 kilometer sambungan listrik tegangan tinggi berpakasitas 1.500 megawatt (MW). Proyek ini juga akan memperluas satu gardu induk (substation) berkapasitas 500/150 kilovolt (kV) di Jawa Timur, dan membangun gardu induk baru gardu induk baru berkapasitas 500/150 kV di Antosari, Bali, sekaligus meningkatkan kemampuan 11 gardu induk dengan kapasitas 150/20 kV.

Manfaat proyek ini diharapkan dapat dirasakan oleh 4 juta penduduk Bali yang 20% di antaranya berada di bawah garis kemiskinan nasional. Pembangunan gardu induk sepanjang jalur transmisi bertujuan untuk memastikan akses listrik yang lebih baik bagi wilayah pedesaan di sekitar proyek ini.

Jaringan Jawa-Bali saat ini dihubungkan oleh dua kabel bawah laut 150 kV berkapasitas 200 MW. Saat ini PLN sedang membangun dua kabel bawah laut tambahan, untuk menambah kapasitas sebanyak 200 MW pada 2014. Proyek lanjutan tersebut akan membangun jalur transmisi listrik atas laut, karena adanya resiko teknis serta dampak lingkungan dan sosial apabila menggunakan kabel bawah tanah.

Proyek ini akan menerima pinjaman sebesar $25 juta dari ASEAN Infrastructure Fund, sedangkan sebesar $161 juta (dari keseluruhan total nilai proyek $410 juta) akan dibiayai oleh Pemerintah Indonesia.