Kajian Tengah Waktu Strategi 2020 Menjawab Tantangan di Tengah Transformasi Asia dan Pasifik

Date: April 2014
Type: Brochures and Flyers
Subject:

Description

ADB at a Glance
View infographic in higher resolution.

Kajian Tengah Waktu (Mid-Term Review/MTR) atas Strategi 2020 merupakan puncak dari proses satu setahun penuh yang diumumkan pada Rapat Tahunan Dewan Gubernur Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) bulan Mei 2013.

ADB telah melaksanakan MTR untuk mempersiapkan diri menjawab tantangan di tengah transformasi Asia dan Pasifik yang terus bertransformasi. Penting bagi ADB untuk terus harus meningkatkan relevansi, kecepatan merespons, dan efektivitasnya. MTR menganalisis pembelajaran dari pelaksanaan Strategi 2020, dan menilai berbagai tantangan pembangunan yang ada saat ini maupun yang mulai timbul terhadap pembangunan di pada antara negara-negara berkembang anggotanya (developing member countries/DMC). Dari analisis dan penilaian tersebut, MTR memasukkan program 10 poin mengenai arah strategis di masa depan.

Temuan

Dalam penilaiannya terhadap tantangan pembangunan yang timbul di Asia dan Pasifik, MTR mencatat bahwa kawasan ini kemungkinan akan mampu memberantas kemiskinan mutlak (absolute poverty) pada pertengahan 2020-an, sebagaimana didefinisikan sebagai “jumlah orang yang hidup dengan pendapatan kurang dari $1,25 per hari.” Namun, ambang kemiskinan ini tidak cukup bagi populasi miskin di DMC untuk sekadar bertahan hidup. Lebih dari 1,6 miliar orang masih terus hidup dengan pendapatan kurang dari $2 per hari dan sangat rentan terhadap guncangan ekonomi dan lingkungan serta bencana alam yang kerap terjadi. Merekapun harus menghadapi aspek kemiskinan yang tidak terkait pendapatan, seperti persoalan nutrisi, kesehatan ibu dan anak, serta kesetaraan gender. Asia dan Pasifik dihadapkan pada ketimpangan yang makin melebar pada tingkat pendapatan dan akses ke peluang ekonomi dan sosial.

Defisit infrastruktur yang besar juga masih tetap ada. Perubahan iklim mengancam keberlanjutan pertumbuhan dan hal ini memerlukan adaptasi serta langkah mitigasi sesegera mungkin. Banyak DMC yang mencapai status negara berpenghasilan menengah, dan beberapa di antaranya mulai menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas. Negara-negara ini memiliki kapasitas kelembagaan yang lebih baik, namun juga dihadapkan pada berbagai tantangan pembangunan, termasuk memberantas kemiskinan yang tersisa, menjawab kebutuhan populasi yang mulai menua, menciptakan lapangan kerja yang memadai bagi kaum mudanya, serta mengurangi bahaya lingkungan.

Program 10 poin mengenai arah strategis ADB ke depannya meliputi hal-hal berikut:

  • Pengurangan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif;
  • Lingkungan dan perubahan iklim;
  • Kerja sama dan integrasi regional;
  • Pembangunan infrastruktur;
  • Negara berpenghasilan menengah;
  • Pembangunan dan operasi sektor swasta;
  • Solusi pengetahuan;
  • Sumberdaya dan kemitraan keuangan;
  • Memberikan nilai terbaik atas pembiayaan ADB; dan
  • Bersiap menghadapi tantangan baru.

Tentang Kajian Tengah Waktu Strategi 2020

MTR meliputi serangkaian diskusi dengan Dewan Direktur, dan lokakarya di tingkat regional untuk mendapat masukan dari pejabat pemerintah, perwakilan sektor swasta, dan anggota masyarakat madani dari DMC. Staf ADB juga diminta memberi masukan dan saran. Selain itu, sebuah panel yang terdiri atas mitra bestari eksternal diminta menyampaikan pandangannya.

Departemen Evaluasi Independen (Independent Evaluation Department) turut berkontribusi dalam bentuk sebuah laporan evaluasi khusus berjudul “Inclusion, Resilience, Change: ADB’s Strategy 2020 at Mid-Term,” dan turut serta dalam diskusi dengan Dewan dan pihak lainnya.