Tinjauan dan Pembaruan Pernyataan Kebijakan Upaya Perlindungan: Rencana Keterlibatan Pemangku Kepentingan (Versi 2)

Institutional Document | Juli 2021

Proses peninjauan dan pembaruan Pernyataan Kebijakan Upaya Perlindungan (Safeguard Policy Statement, SPS) akan menerapkan Rencana Keterlibatan Pemangku Kepentingan (stakeholder engagement plan, SEP) yang kuat. SEP menjelaskan proses dan konten untuk melibatkan pemangku kepentingan selama proses peninjauan dan pembaruan SPS. SEP menerapkan proses konsultasi yang inklusif dan transparan untuk meminta umpan balik dari pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, orang-orang yang terkena dampak termasuk perempuan dan kelompok rentan, pemangku kepentingan internal, dan pemangku kepentingan lainnya yang dapat diidentifikasi dalam proses tinjauan ini.

SEP adalah dokumen yang iteratif (berulang), dan didasarkan pada seperangkat prinsip tegas dalam melaksanakan konsultasi yang bermakna dan melibatkan pemangku kepentingan. SEP diperbarui secara berkala untuk mencerminkan kebutuhan berbagai kelompok pemangku kepentingan. SEP mengidentifikasi dan menyusun daftar katalog prioritas masalah bagi pemangku kepentingan, pembelajaran yang diperoleh dari lembaga keuangan multilateral yang setara, umpan balik dari sesi informasi dan konsultasi, masukan dari staf, dan mencatat temuan dari hasil studi terkait lainnya.

Ini merupakan versi kedua dari rencana keterlibatan pemangku kepentingan. Anda dapat mengacu pada draft sebelumnya.

Contents 

  • Latar Belakang
  • Tinjauan Umum terhadap Pernyataan Kebijakan Upaya Perlindungan ADB 2009
  • Tujuan Rencana Keterlibatan Pemangku Kepentingan
  • Profil Singkat Pemangku Kepentingan
  • Pendekatan Konsultasi Pemangku Kepentingan
  • Fase Konsultasi
  • Pengaturan Kegiatan Konsultasi
  • Menindak-lanjuti Umpan Balik dari Pemangku Kepentingan
  • Lampiran

Additional Details

Type
Subjects
  • ADB administration and governance
  • Safeguards
Dimensions
  • 8.5 x 11

Subscribe to our monthly digest of latest ADB publications.

Follow ADB Publications on social media.