fbpx ADB Setujui Hibah Pertama untuk Daerah Terdampak Gempa dan Tsunami Sulawesi | Asian Development Bank

ADB Setujui Hibah Pertama untuk Daerah Terdampak Gempa dan Tsunami Sulawesi

News Release | 9 Oktober 2018

MANILA, FILIPINA (9 Oktober 2018) — Asian Development Bank (ADB) kemarin menyetujui bantuan hibah senilai $3 juta guna mendukung upaya pemberian bantuan dengan segera di Sulawesi Tengah, Indonesia.

Presiden ADB, Takehiko Nakao, akan mengunjungi Bali, Indonesia, minggu ini untuk menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional. Beliau diharapkan akan bertemu para pemimpin Indonesia, termasuk dengan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Indonesia dan Gubernur ADB, serta dengan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, untuk menyampaikan simpati dan dukungan beliau bagi keluarga yang terkena dampak bencana dan membicarakan bantuan ADB setelah terjadinya bencana alam yang menimpa Lombok pada bulan Agustus dan Sulawesi Tengah pada akhir September.

“Saya senang dapat mengumumkan bahwa ADB telah menyetujui bantuan hibah senilai $3 juta guna mendukung upaya pemberian bantuan dengan segera di Sulawesi Tengah. ADB juga menawarkan pinjaman bantuan darurat jangka panjang untuk membantu rekonstruksi bagi masyarakat di wilayah yang hancur,” kata Takehiko Nakao. Bantuan segera senilai $3 juta ini akan diambil dari Dana Tanggap Bencana Asia Pasifik (Asia Pasific Disaster Response Fund), fasilitas bantuan darurat ADB.

ADB siap memberikan pinjaman bantuan darurat yang dapat memberi dukungan anggaran untuk disalurkan dengan cepat, sekaligus membantu rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pinjaman bantuan darurat ADB memiliki masa jatuh tempo dan masa tenggang yang lebih panjang daripada pinjaman normal ADB.

ADB juga sedang mencari cara lain untuk memobilisasi sumber daya tambahan untuk bantuan darurat, termasuk memrogram ulang dan meningkatkan pembiayaan pada proyek pinjaman yang sedang berjalan demi merehabilitasi dan memulihkan layanan yang sangat penting, seperti listrik, pasokan air, dan sanitasi.

Melalui bantuan daruratnya, ADB berkomitmen membantu pemerintah membangun ketangguhan yang lebih besar terhadap bencana alam. ADB bekerja sama erat dengan pemerintah, lembaga internasional, dan mitra pembangunan lainnya guna mengkaji kebutuhan dan merencanakan tanggapan yang akan membantu dalam membangun kembali kehidupan penduduk yang terdampak. Koordinasi akan sangat penting demi memastikan tanggapan yang efektif.

ADB berkomitmen mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sambil melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem. Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 67 anggota—48 di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik. Pada 2017, operasi ADB mencapai $32,2 miliar, termasuk $11,9 miliar dalam bentuk pembiayaan bersama (cofinancing).