MANILA, FILIPINA (22 Juli 2021) — President Asian Development Bank (ADB) Masatsugu Asakawa hari ini menyerukan agar negara-negara di Asia dan Pasifik mengambil langkah tegas untuk mengatasi perubahan iklim sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi yang adil dan setara di tengah pandemi penyakit virus korona (COVID-19).

“Langkah-langkah untuk menangani perubahan iklim saat ini tidak hanya mendesak, tetapi juga berkaitan erat dengan pemulihan yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Asakawa dalam Konferensi Iklim Internasional 2021 antara Kementerian Keuangan Indonesia dengan ADB. “Melalui komitmen bersama dan kolaborasi internasional, kita dapat bertransisi ke emisi nol bersih dan mencapai ketangguhan iklim, sehingga kawasan kita akan menjadi lebih kuat.”

Konferensi virtual ini diikuti oleh lebih dari 800 peserta dari sektor publik dan swasta, mitra pembangunan, lembaga kajian dan akademisi untuk mendiskusikan praktik-praktik baik internasional yang dapat membantu negara-negara berkembang anggota ADB bertransisi ke perekonomian yang rendah karbon dan tangguh, serta mengupayakan pemulihan yang hijau, tangguh, dan inklusif dari pandemi COVID-19.

Acara ini menegaskan komitmen Indonesia untuk memenuhi kontribusi yang ditentukan secara nasional (NDC/Nationally-Determined Contributions) berdasarkan Kesepakatan Paris, dan juga berbagai langkah yang telah dilakukan Indonesia untuk mendukung pengembangan ekonomi yang rendah karbon dan tangguh.

“Isu perubahan iklim saat ini telah masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020–2024 dan Pemerintah telah menetapkan Rencana Aksi nasional, baik mitigasi maupun adaptasi,” ungkap Wakil Menteri Keuangan Indonesia Suahasil Nazara. “Dalam waktu dekat, kami akan menggunakan fase pemulihan ini pasca-pandemi COVID-19 untuk mengejar agenda iklim dan keberlanjutan kami.” Indonesia akan menjadi ketua G20 pada tahun 2022.

Asia dan Pasifik bertanggung jawab atas lebih dari setengah emisi gas rumah kaca global. Analisis terkini memprediksi bahwa emisi CO₂ global yang berkaitan dengan energi akan tumbuh hampir 5% pada tahun 2021 seiring dengan meningkatnya kembali permintaan akan batu bara, minyak, dan gas. Sekitar 80% dari pertumbuhan permintaan batu bara diperkirakan berasal dari Asia.

Kesepakatan Paris berupaya menjaga agar kenaikan suhu global berada di bawah 2°C, lebih baik jika di bawah 1,5°C, dibandingkan dengan tingkat suhu sebelum revolusi industri. Operasi ADB yang dijamin pemerintah akan sepenuhnya selaras dengan sasaran Kesepakatan Paris pada tanggal 1 Juli 2023, sedangkan operasi yang tidak dijamin pemerintah akan selaras pada 1 Juli 2025. ADB akan meningkatkan investasi untuk adaptasi dan ketangguhan setidaknya $9 miliar dari 2019 sampai 2024 guna mendukung pemulihan Asia dan Pasifik dari pandemi COVID-19. Langkah ini akan berkontribusi terhadap komitmen ADB untuk menyalurkan $80 miliar dalam pembiayaan iklim antara 2019 sampai 2030.

Masatsugu Asakawa mengatakan bahwa ADB akan mendukung transisi Indonesia menuju perekonomian yang rendah karbon dan tangguh, serta membantu Indonesia memenuhi target NDC-nya. Memperkuat ketangguhan adalah salah satu dari tiga fokus utama dalam strategi kemitraan negara ADB untuk Indonesia. Fokus tersebut meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta pemulihan hijau, dan manajemen serta pembiayaan untuk menghadapi risiko bencana.

ADB berkomitmen mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, serta terus melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem. Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 68 anggota—49 di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik.

Media Contact