ADB Dukung Energi Bersih di Indonesia, Sediakan $109 Juta Untuk Panas Bumi

News Release | 27 Januari 2017

MANILA, FILIPINA (27 Januari 2017) — Asian Development Bank (ADB) kemarin telah menandatangani paket pembiayaan baru senilai $109 juta untuk proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi Muara Laboh di kawasan barat Indonesia. Pembiayaan ini, yang telah disetujui ADB pada Desember 2016, adalah bagian dari upaya meningkatkan pembangunan infrastruktur oleh sektor swasta di Asia dan Pasifik, serta meningkatkan dukungan bagi energi bersih.

Proyek ini akan menjadi salah satu transaksi pertama yang menerima pembiayaan dari Leading Asia’s Private Sector Infrastructure Fund (LEAP) yang baru didirikan ADB. Dana tersebut dibentuk dengan modal $1,5 miliar dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan dikelola oleh Departemen Operasi Sektor Swasta ADB. Dengan disetujuinya pembiayaan proyek di Muara Laboh dan pembiayaan LEAP lainnya, lebih dari $200 juta dana LEAP telah dialokasikan.

“Proyek ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat, serta dukungannya terhadap pembangunan energi terbarukan,” ujar Yuichiro Yoi, Spesialis Investasi Senior pada Departemen Operasi Sektor Swasta ADB. “Transaksi ini membuktikan bahwa sektor swasta akan berperan teramat penting dalam membantu Indonesia mencapai kedua target tersebut.”

Apabila telah beroperasi nantinya, fasilitas panas bumi Muara Laboh di Sumatera Barat akan menghasilkan listrik sebanyak 80 megawatt. Indonesia adalah lokasi bagi sekitar 40% sumber panas bumi di seluruh dunia, dan oleh karenanya sumberdaya ini menjadi bagian penting dalam upaya mencapai komitmen Indonesia mengurangi emisi karbon dioksida hingga 29% pada 2030.

Bantuan ini didanai oleh pinjaman $70 juta dari modal ADB sendiri, serta $19 juta dari Clean Technology Fund (CTF), yang menyediakan sumber daya berkonsesi tinggi guna meningkatkan skala teknologi rendah karbon di negara-negara berpenghasilan menengah. ADB mengelola lebih dari $1,1 milyar dana CTF, yang merupakan satu dari empat program dari Dana Investasi Iklim (Climate Investment Funds).

Proyek ini mempertemukan sejumlah pengembang dan penyedia dana proyek panas bumi yang penting. Pelaksana proyek PT Supreme Energy Muara Laboh adalah usaha patungan antara pengembang tenaga panas bumi Indonesia PT Supreme Energy; perusahaan perdagangan dan investasi Jepang, Sumitomo Corporation; serta perusahaan enrgi global ENGIE. Selain ADB, pembiayaan juga diberikan oleh Japan Bank for International Cooperation dan beberapa bank komersial dengan jaminan dari Nippon Export and Investment Insurance.

ADB, yang berbasis di Manila, dikhususkan untuk mengurangi kemiskinan di Asia dan Pasifik melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pertumbuhan yang menjaga kelestarian lingkungan hidup, dan integrasi kawasan. Didirikan tahun 1966, ADB menandai 50 tahun kemitraan pembangunan di kawasan ini pada Desember 2016. ADB dimiliki oleh 67 anggota—48 di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik.