Pertanyaan Umum/FAQ: Penguatan Kapasitas Keuangan ADB Hingga 50% untuk Mengurangi Kemiskinan di Asia dan Pasifik: Penjelasan Tentang Penggabungan Sumber Daya ADF dan OCR

Article | 31 Maret 2015

1. Bagaimana pengaturan operasi ADB saat ini?

  • Asian Development Bank (ADB) memberikan pinjaman, jaminan, investasi modal, hibah, dan bantuan teknis bagi negara anggota berkembang di Asia dan Pasifik. Pinjaman dibiayai melalui sumber daya modal biasa (ordinary capital resources/OCR) dan Asian Development Fund (ADF).
  • Pinjaman OCR disediakan bagi negara berpenghasilan menengah pada suku bunga yang setaraf dengan suku bunga pasar (quasi-market rate).
  • ADF adalah dana dari donor yang ditambah kembali setiap empat tahun, yang menyediakan pinjaman bagi negara lebih miskin dengan ketentuan yang lunak (waktu jatuh tempo panjang, suku bunga lebih rendah) dan hibah. Beberapa penerima ADF dengan nilai terbesar pada 2014 adalah Pakistan, Bangladesh, Viet Nam, Nepal, dan Kamboja.

2. Apa perubahan yang diusulkan?

  • Menggabungkan modal dan operasi pinjaman ADF dengan neraca keuangan OCR.
  • Mempertahankan ADF sebagai dana yang hanya menyediakan bantuan hibah bagi negara yang memenuhi syarat.
  • Pinjaman lunak bagi negara miskin akan dilanjutkan melalui OCR yang diperbesar, dengan ketentuan dan persyaratan sama seperti pinjaman ADF saat ini.

3. Mengapa usulan ini diajukan?

  • Untuk meningkatkan kapasitas peminjaman ADB dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara lebih efisien dan efektif.
  • Untuk meningkatkan kapasitas peminjamannya, agar tetap menjadi mitra pembangunan yang relevan dan efektif di kawasan ini, serta untuk mewujudkan visinya dalam menjadikan kawasan Asia-Pasifik yang bebas dari kemiskinan.
  • Persyaratan keuangan bagi negara-negara ADF—baik untuk negara yang hanya menerima ADF maupun yang menerima keduanya (kombinasi antara pinjaman ADF dan OCR)—makin sulit dipenuhi donor ADB dan ADF.
  • Pada keadaan status quo saat ini, modal ADF tidak dimanfaatkan sepenuhnya dan peminjaman ADF terkendala oleh kontribusi donor (mayoritas modal ADF). Sementara itu, kapasitas peminjaman OCR ADB terkendala oleh rasio modal terhadap pinjaman (perbandingan antara modal OCR terhadap pinjaman yang digunakan/outstanding loans dan jaminan OCR).
    Catatan: Sampai dengan akhir 2014, modal ADF (kontribusi donor, transfer pendapatan dari OCR, serta laba ditahan dari pinjaman dan investasi likuiditas ADF, dll.) sebesar $31,5 miliar, sedangkan pinjaman ADF yang digunakan sebesar $27,5 miliar. Modal OCR sebesar $16,9 miliar terdiri atas modal disetor OCR sebesar $6,1 miliar dan cadangan (akumulasi laba ditahan dari operasi dan investasi likuiditas OCR, dll.) sebesar $10,8 miliar, sedangkan pinjaman OCR yang digunakan sebesar $55,9 miliar. Sebagai referensi, sampai dengan akhir 2014, modal yang ditempatkan oleh ADB (modal OCR) adalah sebesar $153,1 miliar, terdiri atas modal disetor sebesar $7,7 miliar (termasuk komitmen $1,6 miliar yang belum dibayarkan) dan modal cadangan (callable capital) sebesar $145,4 miliar.
  • Usulan ini mengurangi kendala keuangan pada ADF dan OCR, dengan memindahkan modal ADF ke modal OCR (porsi cadangan biasa), dan menggunakan neraca keuangan OCR yang telah diperbesar secara lebih efisien dan efektif.
  • Usulan ini tidak hanya akan meningkatkan dukungan keuangan bagi negara-negara ADF, tetapi juga meningkatkan kapasitas ADB untuk menanggung risiko, sehingga ADB dapat lebih mendukung operasi sektor swasta dan memperkuat kesiapsiagaan ADB dalam menghadapi krisis ekonomi atau bencana alam di masa depan.

4. Apa dampak usulan ini terhadap modal ADB dan kapasitas peminjamannya?

  • Sampai dengan 1 Januari 2017, modal OCR akan naik hampir tiga kali lipat menjadi sekitar $53 miliar dari sebelumnya sekitar $18 miliar berkat penggabungan modal ADF (sekaligus operasi peminjaman) ke neraca keuangan OCR.
  • Komitmen pembiayaan tahunan (pinjaman, jaminan, investasi modal, dan hibah) akan naik 40% dari tingkat saat ini sebesar $13 miliar menjadi $15-$18 miliar dalam tahun-tahun mendatang, menurut perhitungan dengan skenario dasar.
  • Secara khusus, penambahan komitmen pembiayaan tahunan ke negara miskin (negara-negara ADF) hingga 70% dari tingkat saat ini sebesar $6,5 miliar menjadi $7,5 sampai $11 miliar, menurut perhitungan dengan skenario dasar (melalui pinjaman lunak dan hibah bagi negara yang memenuhi syarat untuk bantuan lunak, serta termasuk pinjaman non-lunak bagi negara campuran—yang memiliki akses ke pinjaman lunak maupun non-lunak—dan negara yang sudah tidak lagi berada status campuran).
  • Dari antara komitmen negara miskin tersebut, pinjaman lunak dan hibah bagi negara yang masih dan layak menerima bantuan lunak akan meningkat hingga 80% (menurut perhitungan dengan skenario dasar dari tingkat saat ini yang sebesar $1,7 miliar menjadi $3,1 miliar).
  • Komitmen tahunan keseluruhan dapat bertambah hingga $20 miliar atau naik hingga 50% di atas tingkat saat ini, jika dibutuhkan.
  • Sekaligus dengan pembiayaan bersama (dengan target rasio 1:1 terhadap pembiayaan ADB dalam Kajian Tengah Waktu/Midterm Review), bantuan tahunan dapat mencapai $40 miliar pada tahun-tahun mendatang, meningkat dari $22 miliar pada 2014.

Neraca Keuangan dengan Skenario Penggabungan ADF dan OCR (sampai dengan 1 Januari 2017)

Komponen ADF OCR Gabungan OCR-ADF
Modal ($ miliar) 34,6 18,3 53,0
Pinjaman yang Digunakana ($ miliar) 30,8 68,0 98,8
Rasio Modal terhadap Pinjaman (%) 112,5 26,9 53,6
Bantuan Tahunan, tanpa Penggabungan ($ miliar) 3b 10c  
Bantuan Tahunan, dengan Penggabungan ($ miliar)     15-18d

a Termasuk jaminan yang masih digunakan.
b Terdiri atas pinjaman lunak ($2,5 miliar) dan hibah ($0,5 miliar).
c Terdiri atas pinjaman, jaminan, dan investasi modal.
d Terdiri atas pinjaman lunak dan non-lunak, jaminan, investasi modal, dan hibah.

5. Mengapa dana tambahan ini dipandang perlu?

  • Meskipun sudah ada kemajuan berarti, masih banyak penduduk Asia dan Pasifik yang miskin dan rentan, selain adanya pula kesenjangan infrastruktur ekonomi dan sosial.
  • ADB memperkirakan bahwa kebutuhan investasi infrastruktur untuk kawasan ini sampai tahun 2020 mencapai $8 triliun.
  • ADB harus terus membantu negara yang lebih miskin dalam mempertahankan pertumbuhan ekonominya, guna mengurangi kemiskinan. Selain itu, negara-negara ADF saat ini juga memerlukan bantuan untuk mencapai target baru yang akan ditetapkan setelah berakhirnya Sasaran Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals) pada 2015.

6. Apa dampak usulan ini terhadap kontribusi donor?

  • Kontribusi donor bagi kelanjutan operasi hibah ADF akan berkurang sekitar 50%, dari sebelumnya sebesar $1,2 miliar (rata-rata kontribusi donor tahunan saat ini untuk ADF XI) menjadi sebesar $0,6 miliar.

7. Apakah usulan ini akan mengurangi fokus pada negara miskin?

  • Sama sekali tidak. Bahkan sesungguhnya usulan tersebut akan meningkatkan bantuan keuangan ADB bagi negara-negara miskin, yaitu negara-negara ADF saat ini.
  • Dengan usulan tersebut, negara-negara miskin yang saat ini memenuhi syarat untuk pinjaman ADF akan tetap menerima pinjaman lunak dari OCR yang diperbesar, dengan ketentuan dan persyaratan yang sama seperti pinjaman ADF saat ini.
  • ADF akan dipertahankan sebagai dana donor yang disediakan sebagai hibah untuk membantu negara yang memenuhi syarat.
  • Usulan tersebut juga akan membantu menyalurkan dukungan lebih besar bagi negara-negara yang saat ini hanya menerima ADF guna beralih ke status campuran, dan juga ‘kelulusan’ negara bersangkutan dari status campuran menjadi status hanya pinjaman non-lunak, melalui peningkatan operasi non-lunak dari OCR yang diperbesar.

8. Apa manfaat keuangan dari penggabungan ini?

  • Peningkatan kemampuan untuk memanfaatkan sumber daya gabungan, dengan memperbesar basis modal ADB secara signifikan.
  • Peningkatan pendapatan dari ekspansi operasi peminjaman.
  • Penggunaan modal gabungan untuk mendanai penyaluran pinjaman lunak.
  • Investasi likuiditas yang lebih efisien dan efektif.
  • Diversifikasi portofolio pinjaman OCR melalui penggabungan portofolio pinjaman ADF dan OCR.
  • Penguatan profil bisnis (terkait reputasi dan sebagainya) dan profil keuangan ADB (terkait rasio modal terhadap pinjaman dan sebagainya); Hal ini berarti kelayakan kredit ADB secara keseluruhan di mata lembaga pemeringkat dan kreditor akan meningkat.

9. Mengapa penggabungan ini tidak mengubah struktur pengelolaan ADB?

  • Penggabungan tersebut tidak mengubah porsi suara anggota ADB, karena modal ADF akan ditransfer ke cadangan biasa pada neraca keuangan OCR, bukan ke modal disetor pemegang saham (yang merupakan dasar penentuan porsi suara).

10. Seperti apa struktur tata kelola untuk menggunakan sumber daya lunak?

  • Para donor ADF akan tetap berperan seperti saat ini dalam kaitannya dengan persoalan penting yang berhubungan dengan operasi pinjaman lunak.
  • Frekuensi dan cakupan konsultasi donor sudah disertakan dalam proses yang wajib dilakukan oleh ADB, termasuk penambahan kembali ADF setiap empat tahun untuk operasi hibah, dan konsultasi tahunan dengan donor.
  • Proposal ini tidak mengubah prinsip-prinsip yang ada mengenai kelayakan untuk menerima pembiayaan lunak, ketentuan pembiayaan lunak, dan kelulusan (graduation).

11. Apakah penggabungan ini berisiko karena ADB akan menyediakan pinjaman lebih banyak tanpa meningkatkan modal disetor, dan apakah OCR sendiri akan memberi pinjaman bagi negara berpenghasilan lebih rendah?

  • Tidak, kami yakin hal ini tidak berisiko.
  • Penggabungan ini akan menjadikan modal OCR naik hampir tiga kali lipat.
  • Kami akan meningkatkan rasio minimum modal terhadap pinjaman dari 25% menjadi 37% karena peminjam ADF saat ini (yang akan meminjam dari OCR setelah penggabungan) rata-rata memiliki peringkat kredit yang lebih rendah daripada peminjam OCR, dan pinjaman yang demikian memerlukan modal ekuitas lebih besar sesuai kerangka kecukupan modal ADB.
  • Diversifikasi lebih lanjut pada portofolio pinjaman OCR juga akan membantu mengurangi risiko.

12. Apakah penggabungan ini akan mempengaruhi peringkat kredit AAA yang dimiliki ADB?

  • Kami meyakini bahwa usulan tersebut tidak akan berimbas buruk terhadap peringkat kredit ADB (peringkat kredit obligasi yang diterbitkan untuk membiayai operasi OCR), karena basis modal OCR akan naik hampir tiga kali lipat dan portofolio pinjamannya akan menjadi lebih beragam.
  • ADB telah meminta salah satu lembaga pemeringkat internasional untuk mengkaji pengaruh usulan tersebut terhadap fundamental kredit. Lembaga pemeringkat tersebut menegaskan bahwa kemungkinan tidak ada perubahan terhadap peringkat AAA yang dimiliki ADB saat ini. ADB juga mendiskusikan usulan tersebut dengan dua lembaga pemeringkat lainnya. Kedua lembaga tersebut menyebutkan bahwa kekuatan keuangan ADB akan langsung meningkat jika usulan dijalankan.

13. Seberapa inovatifkah langkah ini?

  • Ini adalah proposal terobosan untuk memberikan pinjaman lunak dengan cara yang unik di kalangan bank pembangunan multilateral.
  • Penggabungan sumber daya tersebut akan memperbesar basis modal ADB dan meningkatkan operasinya secara signifikan.

14. Bagaimana rekam jejak ADF selama 40 tahun mempengaruhi usulan ini?

  • Negara berpenghasilan rendah di kawasan ini telah mencatatkan rekam jejak lengkap selama 40 tahun dalam pembayaran rutin pinjaman ADF.
  • Rekam jejak tersebut memungkinkan ADB memanfaatkan modal ADF dan menggunakan sumber daya tersebut secara lebih efisien dan efektif, serta meningkatkan operasi pinjaman lunak dan non-lunak.
  • Konsep pengelompokan tradisional antara negara OCR, negara ADF, dan donor ADF tidak lagi sekuat 40 tahun lalu ketika ADF pertama kali dibentuk. Perbedaan indikator sosial dan ekonomi di antara negara-negara tersebut tidak lagi sebesar dulu. Karena itu, alasan bagi pembayar pajak di negara donor untuk membiayai kebutuhan pembangunan negara berpenghasilan rendah juga tidak lagi sekuat dulu.
  • Usulan tersebut memungkinkan ADB untuk memanfaatkan dana yang dikontribusikan negara donor ke ADF selama 40 tahun secara lebih efisien dan efektif, guna memenuhi tujuan awal donor yaitu memberikan pembiayaan lunak bagi negara-negara paling miskin di kawasan untuk memberantas kemiskinan.

15. Apa yang harus dilakukan ADB untuk sepenuhnya memanfaatkan peluang dari peningkatan kapasitas peminjaman, dan untuk memenuhi misi mengurangi kemiskinan di Asia dan Pasifik?

  • Untuk mempersiapkan ekspansi operasi, ADB akan mulai mengidentifikasi proyek-proyek tambahan dan menyiapkan daftar berbagai proyek tersebut.
  • ADB juga akan terus meningkatkan efisiensi dan efektivitas dengan merampingkan proses bisnis serta melakukan reorganisasi dan reformasi kelembagaan.
  • Untuk tujuan tersebut, ADB akan menjalankan reformasi yang telah disetujui dalam Rencana Aksi Kajian Tengah Waktu (Mid-Term Review/MTR):
    • Reformasi pengadaan telah dijalankan
    • Kantor misi tetap ADB di berbagai negara sedang diberdayakan lebih lanjut
    • Sistem teknologi infromasi sedang ditingkatkan
    • Kantor untuk Kemitraan Publik dan Swasta telah dibentuk
    • Grup sektor dan tematik sedang diatur ulang
    • Reformasi operasi sektor swasta sedang dijalankan
    • Inisiatif pengelolaan staf ADF yang lebih baik sedang dijalankan
  • ADB akan memberikan penekanan lebih besar pada pembiayaan bersama dan dana perwalian (trust fund) dengan:
    • Berupaya mencapai rasio pembiayaan bersama hingga 100% paling lambat pada 2020, naik dari rasio 67% pada 2014.
    • Mengkaji kemungkinan asuransi sebagian portofolio oleh donor, agar ada kelonggaran untuk memberikan pinjaman tambahan.
    • Bekerja sama dengan donor untuk mendirikan berbagai dana perwalian berkapasitas besar guna melengkapi pembiayaan.
  • ADB masih akan terus mendorong layanan berbasis pengetahuannya, terutama dalam konteks peningkatan kapasitas.

16. Apakah ADB akan memerlukan strategi baru setelah usulan ini disetujui?

  • Strategi saat ini (Kajian Tengah Waktu Strategi 2020, yang disetujui pada 2014) masih menjadi panduan ADB.
  • Sesuai strategi saat ini, operasi ADB perlu dikaji kembali untuk sepenuhnya merealisasikan peluang yang timbul dari peningkatan kapasitas peminjaman setelah dijalankannya usulan tersebut.
  • ADB akan mempertimbangkan strategi baru pada waktunya untuk mencerminkan kapasitas keuangannya yang baru, tantangan pembangunan yang terus berubah, dan agenda pembangunan pasca-2015.

17. Apakah ADB akan memerlukan anggaran administratif lebih besar untuk memanfaatkan peningkatan kapasitas keuangan?

  • ADB akan terus berfokus untuk memaksimalkan efisiensi pada semua operasinya, dengan menggunakan sumber daya yang ada. ADB masih menjalankan upaya efisiensi dan makin merampingkan proses bisnisnya.
  • ADB akan mengkaji sumber daya dan anggaran untuk staf yang ada, setelah evaluasi perencanaan sumber daya manusia ini selesai dan langkah-langkah penting dijalankan.

18. Apakah usulan ini telah dianalisis dan diperiksa secara independen?

  • ADB mengajak sejumlah pakar dan perusahaan internasional untuk mengkaji usulan tersebut beserta berbagai asumsinya.
  • Tim dari Pusat untuk Pembangunan Global (Center for Global Development/CGD) menyimpulkan bahwa usulan tersebut sangat kredibel dan berpeluang untuk dicapai.
  • Tim lain yang beranggotakan tiga pakar internasional kemudian mengkaji cakupan dan kelayakan penilaian dari CGD, serta menyatakan persetujuannya dengan penilaian itu. Tim pakar mencatat bahwa usulan tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga ADB secara keseluruhan, khususnya negara-negara ADF, akan memperoleh manfaat.

19. Bagaimana status usulan ini, dan apa saja langkah selanjutnya?

  • Seluruh donor ADF (34 donor) telah memberikan persetujuan formalnya bagi proposal ini pada akhir Februari 2015.
  • Pada 30 Maret 2015, Dewan Direktur setuju untuk mengirimkan usulan tersebut pada Dewan Gubernur yang mewakili 67 negara anggota ADB.
  • Para Gubernur akan memberikan suaranya pada akhir April 2015, sebelum Rapat Tahunan 2015.
  • Jika disetujui secara mayoritas oleh pemegang hak suara, penggabungan tersebut akan berlaku mulai Januari 2017.